Jumat, 21 Agustus 2020

Ir. Soekarno & Inggit Garnasih

Siapa yang tidak mengenal Presiden pertama Indonesia, Bapak Ir. Soekarno dan istrinya Ibu Inggit Garnasih. 

Dalam Film yang saya tonton malam itu disalah satu channel Televisi nasional ( TVRI ) begitu besar peran dan perjuangan Ir. Soekarno dan keluarga dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. Ir. Soekarno dan keluarga rela diasingkan di sebuah pulau yang sangat jauh dari Pulau Jawa yaitu Di Pulau Ende, Flores. Oleh Ibu Inggit Ir. Soekarno kerap dipanggil Engkus, tidak tau dari mana panggilan ini. Dan membuatku semakin tertarik melihat filmnya. Selain itu banyak istilah-istilah yang belom pernah saya dengar juga banyak muncul dalam film ini, sehingga banyak yang saya dapat dari film ini. 

Dalam masa pengasingan ini Ir. Soekarno dijaga dan diawasi ketat oleh pengawal Belanda, sehingga Ir. Soekarno tidak dapat leluasa dalam mengobarkan semangat juangnya. Hingga pada suatu ketika berjalan-jalan dipantai ia menyapa dengan salah satu nelayan di pulau Ende ini. Sapaan ini disambut baik dan nelayan ini bersedia main kekediaman Ir. Soekarno. Nah, pertemuan itu akhirnya  mendapat respon baik oleh masyarakat dan hubungan baik ini menjadikan masyarakat tidak takut lagi bertegur sapa dengan keluarga Ir. Soekarno. Pemuda-Pemuda pulau Ende jadi sering main kekediaman Ir. Soekarno dan akhirnya Ir. Soekarno memberikan suatu ide kreatif yang nantinya akan menjadi langkah awal perjuangan Ir. Soekarno di Pulau Ende ini.

Ir. Soekarno mengajarkan suatu drama rahasia kepada pemuda-pemuda pulau Ende yang disebutnya dengan Tonil. Tonil ini pertama kali pentas dengan judul Tonil "Rahasia Kalimutu". Sandiwara ini "Rahasia Kalimutu" menceritakan tentang modernisasi masyarakat Pulau Ende, Flores harus maju dan tidak lagi percaya takhayul lagi sebab hal-hal ghaib ini lah yang mengakibatkan seseorang tidak dapat lagi berpikir secara rasional dan berpikir kedepan. Tonil ini juga memberikan pesan-pesan kemerdekaan dan memberikan semangat kepada pemuda- pemuda di Pulau Ende, Flores. Tonil ini bisa juga diiobaratkan sebagai kampus pada masa itu karena hampir menyeluruh pemuda di Pulau Ende belajar main Tonil. Tonil ini semakin dikenal dan ceritanya pun terus berlanjut dengan cerita-cerita penuh semangat. Judul Tonil yang menjadi cerita Tonil paling mengesankan yaitu dengan judul" Indonesia 1945" judul tonil ini adalah cita-cita Ir. Soekarno yang ada dalam bayangannnya bahwa suatu saat nanti akan ada perang Pasifik dan saat peramg ini Asia menang dan Indonesia akan mendapatkan Kemerdekaannya ditahun 1945. 

Singkat cerita. Ir. Soekarno jatuh sakit, Ibu Inggit merasa kebingungan dan panik. Ibu Inggit berusaha mengirimkan surat ke Sunda Kelapa agar dipidahkan dari Tanah Intermiran ( Pengasingan) ini. Usaha ini akhirnya diterima dan pengasingan ini pun berakhir. Selama pengasingan Ir. Soekarno dikenal baik oleh penduduk Pulau Ende sehingga pelepasaan ini membuat seluruh penduduk kaget. Sebelum meninggalkan Pulau Ende mereka berfoto bersama untuk kenangan penduduk Pulau Ende.  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar