Hari Raya adalah momentum yang paling ditunggu bagi setiap orang. Hari raya juga memilki keidentik an tersendiri. Misal saja hari raya Idul Fitri memilki keidentikan berupa puasa selama 30 hari sebelum datangnya hari tersebut yang dikenal dengan puncak ramadhan. Lalu, hari raya idul adha yang memilki identik dengan hewan qurban atau " bodo Qurban" atau juga " bodo Besar" dalam bahasa jawa yang kerap diucap oleh orrang-orang pada umumnya.
Bodo Qurban kali sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya banyak orang yang berqurban namun kali ini hanya beberapa saja. Pandemi covid-19 yang mengakibatkan macetnya ekonomi masyarakat dan menurunya penghasilan dari berbagai sektor disamping kebutuhan hidup yang sama seperti biasa.Tak ada takbir keliling, sate-sate an, buat gulai, dan buat opor heheh. Jadi sepiii rasanya, kumpul bareng untuk nyate dengan teman-teman juga tak ada karena kita hartus stay dirumah dan menaati himbaun pemerintah untuk tidak membuat perkumpun. Tapi tidak mengurangi kekhusyukan kita dalam beribadah misal dengan puasa, sedekah, dan tadarusan dirumah.
Dua kali lebaran saya hanya merayakan dengan bapak saya. Ibuku sudah meninggal 4 tahun lalu dan Kakak ku serta keluarga kecilnya jug tidak bisa mundik karena pandemi Covid-19. Rumah begitu sepi karena tak ada lagi adat berkunjug seperti lebaran bisanya. No problem lah, ada pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar