Sabtu, 04 Desember 2021

Rindu Bu'e

 Hujan sore ini mengingatkan Ku pada seseorang wanita yang paling berharga, paling ku cintai, paling ku hormati, dan syurgaku ada pada dirinya. Wanita itu adaalh Ibu ku yang melahirkan Ku. Aku rindu , aku rindu semua nya, semua tentang aku dengan Bue.Bu'e adalah panggilanku ke ibu ku.  Ketika hujan dan mati listrik kita bergelap gelap An makan bersama pakai lilin gas ( Uplik) makan nasi liwet yang di masak di api. Dengan genteng bocor kita masak nasi liwet itu dengan tawa bahagia. Lalu kita juga masak terong bakar dengan sambal mentahnya. Kita bagi dan makan bersama bapak dan Mas. Aku juga ingat ketika setelah makan semuanya bercerita panjang, Bue bercerita masa kecilnya, Pak e bercerita masa  bekerja di perantauan, kakak bercerita sekolahnya yang dihukum tiap terlambat sekolah karena harus ambil rumput dulu ( Ngarit) aku bahagia mendengarkan cerita itu semua, tawaku lepas tanpa ada kepura pura an. Setelah itu kita tidur berdua Buk, aku masuk kelambu lalu dikipasi agar nyamuk bisa keluar. Lalu dipandu berdoa dan tidur. Tapi semua itu hanya memori dan kenangan masa kecil yang tidak akan mungkin terulang lagi. Sekarang aku sendiri di kamar ini di dalam kelambu ini dan aku hanya bisa menangis dan berharap Bue selalu bahagia di syurga. Aku tahu Bue selalu ada untuk ku aku akan terus ingat pesan Bue pesan bahwa aku harus jadi anak yang sukses, jadi guru yang baik dan jadi orang yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain. 

Amiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar